أُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ...الأية *سورة النحل ١٢٥
Berdakwahlah kamu dijalan Alloh dengan khikmah, Nasehat baik dan berbantahanlah kamu terhadap mereka {yang merintangi jalan Alloh} dengan yang lebih baik.(QS. An Nahl Ayat 125)

Rabu, 06 April 2016

MASUK SURGA SELAMAT DARI NERAKA

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Apabila kita mendengar kalimat cara masuk surga yang pasti adalah kita sebagai hamba Allah mengharapkannya, akan tetapi segala sesuatu tidak ada yang serba gratis dan yang jadi pertanyaan bagaimana caranya agar kita bisa menuju kesana serta bisa selamat dari Neraka Allah, dalam Alqur’an di sebutkan Surat At Tahrim No. Surat 66 Ayat 06 yang menerangkan :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا ... الآية * سورة التحريم أية ٦
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka … {QS. At Tahrim Ayat 06}
Kalau kita cermati pada Ayat di atas adalah kita sebagai orang yang beriman harus bisa menjaga diri dan keluarganya dari siksa Neraka dan bisa bersama-sama masuk surga, Dalam salah satu riwayat dari Thobroni Juz 2 halaman 107 menyebutkan :
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ * رواه الطبراني ج ٢ ص ١٠٧
Artinya : Dari Syaddat bin Aus, Dari Nabi SAW bersabda : Orang yang cerdas adalah orang yang meneliti/ intropeksi dirinya dan beramal Ibadah untuk bekal setelah mati, Sebaliknya Orang yang apes atau bodoh adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya / kemauannya, dan berharap kepada Allah tanpa beramal. {HR. Thobroni Juz 2 Halaman 107}
Dengan ini sudah jelas, Kalau kita ingin masuk surga selamat dari Neraka adalah dengan cara memperbanyak beramal Ibadah, Kemudian untuk menjaga keluarga kita yaitu dengan cara, mengajari mereka adab dan ilmu agama yang bisa menuntun mereka sehingga bisa bersama sama masuk surga selamat dari Neraka, Kalau menurut Ibnu Abbas mengatakan yang di maksud menjaga kelurga adalah dengan cara Mengajak mereka keluarga agar bisa selalu thoat kepada Allah SWT, Taqwa atau Takut dalam hal mengerjakan maksiat atau menentang kepada Allah, dan menyuruh kepada mereka keluarga agar bisa selalu ingat dan pasrah kepada Allah sehingga nanti Allah akan menyelamatkan mereka dari siksaan Neraka.
Ada sebagian Ulamak mengatakan yang di maksud menjaga keluarga adalah mengajak mereka agar senantiasa takut kepada Allah, selalu menyambung sanak family atau shilatur rohim kepada keluarganya dengan di sertai rasa bertaqwa kepada Allah atau dengan kata lain ingin mencari pahalanya.
Ada juga yang mengatakan menjaga keluarga adalah mengajak mereka untuk selalu thoat kepada Allah dan mencegah mereka dari maksiat kepada Allah, dan di dalam perkumpulan mereka harus ada perkara Allah yang maksudnya adalah setiap sesuatu yang di kerjakan dasarnya dari hukum dan peraturan Allah maupun dari Rosul, mengajarkan mereka agar senang di dalam saling tolong menolong, saling membantu atau biasa kita jadikan prinsip yang lemah di tolong, yang tidak kuat di bantu, yang lupa di ingatkan, yang salah di Nasehati serta di suruh bertaubat kepada Allah SWT dengan Taubatan Nasuhah, serta apabila kita mengetahui maksiat yang ada pada keluarga kita, maka segerahlah menghentikannya dan melarangnya.
Dalam saling mengingatkan seseorang agar menjadi orang yang benar, Maka harus kita ingatkan, baik itu keluarga, tetangga dan teman agar mereka tetap pada jalan yang benar dan ujungnya bisa selamat dari Neraka dan bisa masuk surga.
Dan tidak kala pentingnya di dalam membina keluarga ada yang sangat penting untuk di perhatikan yaitu perkara Sholat dalam riwayat pada hadist sunan abi daud juz satu halaman 133 menyebutkan :
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوْا الصَّبِيَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا * رواه سنن أبي داود ج ١ ص ١٣٣ حكم الألباني حسن صحيح
Artinya : Nabi SAW bersabda : Perintahkanlah pada anak anak kalian untuk mengerjakan sholat ketika telah sampai usia 7 tahun dan apabila sudah sampai usia 10 tahun, Maka pukulah dia di dalam mengerjakan sholat apabila tidak mau mengerjakannya asal tidak merusak di dalam memukulnya. {HR. Sunan Abi Daud Juz 1 Halaman 133 Hukum Albani Hasan Shohih}
Dalam riwayat lain di terangkan yaitu di hadist Sunan At Tirmidi :
عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ اْلعَبْدُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ * رواه سنن الترمذي ج ٢ ص ٢٦٩ حكم الألباني صحيح
Artinya : Dari Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya pertama kali amalan Anak turun Adam yang di hisap di hari qiyamat adalah masalah Sholatnya, Maka jika sholatnya baik, Maka sungguh dia beruntung dan selamat, Sebaliknya Jika sholatnya rusak, Maka sungguh dia gagal dan rugi. {HR. Sunan At Tirmidzi Juz 2 Halaman 269 Hukum Albani Shohih}
Selain itu agar kita terjaga dan apa yang jadi tujuan kita bisa tercapai yaitu di iringi dengan berpuasa, hal ini di karenakan puasa dapat menjadi tameng atau pelindung bagi yang mengerjakan agar terhindar dari maksiat, bisa mengerjakan thoat kepada Allah, serta dapat mendatangkan kewelasan atau kasih sayang dari Allah bagi yang mau mengerjakannya.
اْلحَمْدُ لِلّٰهِ جَزَا كُمُ اللهُ خَيْرًا

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi.
Jaza Kumulloohu Khoiroo.