أُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ...الأية *سورة النحل ١٢٥
Berdakwahlah kamu dijalan Alloh dengan khikmah, Nasehat baik dan berbantahanlah kamu terhadap mereka {yang merintangi jalan Alloh} dengan yang lebih baik.(QS. An Nahl Ayat 125)

Kamis, 21 April 2016

HIDAYAH

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Hidayah adalah petunjuk atau sesuatu yang belum pernah kita jumpai dan setelah itu kita menjumpainya dan inipun juga sangat berharga serta sangat bermanfaat bagi kita setelah sudah memilikinya, seperti yang sering kita baca setiap akan mengerjakan sholat yaitu pada surat Al Fatihah Ayat 6 yang berbunyi :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ * سورة الفاتحة أية ٦
Artinya tunjukanlah kami pada jalan yang lurus. {QS. Al Fatihah Ayat 6}
Ayat ini seperti ayat yang sering di baca oleh Nabi Musa yang ingin selalu di berikan sesuatu oleh Allah SWT kepada Nabi Musa AS berupa Hidayah, seperti yang tertera pada ayat berikut :
رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ * الْقَصَصِ أية ٢٤
Artinya : Wahai Tuhanku Sesunggunya aku sangat menginginkan pada apa apa yang engkau turunkan kepadaku dari kebaikan. {QS. Al Qosos Ayat 24}
Sebagian Ulamak ada yang mengatakan Hidayah itu sama halnya dengan Kebenaran atau kasih sayang, Maksudnya kebenaran kita dengan mendapat hidayah, Maka kita jadi tau yang namanya kebenaran dan Yang salah, Halal dan Haram, Baik dan Jelek, Pahala dan Dosa, bahkan Kita tau dengan jelas mana saja perbuatan yang bisa menjadikan kita masuk surga dan mana yang menjadikan kita bisa masuk kedalam Neraka, Adapun Hidayah kita katakan sebagai kasih sayang karena dengan kasih sayang yang di berikan Allah SWT di selamatkan dari perbuatan perbuatan yang bisa menjadikan kita masuk ke dalam Neraka Allah yang sangat menyakitkan siksaannya, seperti dalam ayat berikut menerangkan :
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ * سورة آل عمران أية ١٠٣
Artinya : Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah (Agama-Nya), dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah kalian pada Nikmat Allah atas kalian, Ketika itu kalian saling musuh musuhan, Akhirnya Allah mengumpulkan hati kalian yang akhirnya sebab Nikmat Allah kalian jadi bersaudara, Dan sebelum itu kalian berada di pinggir jurang, Maka Allah SWT menyelamatkan kalian, Demikian itulah Allah menerangkan ayatnya agar kalian semua mendapat Hidayah. {QS. Ali Imron Ayat 103}.
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ * سورة يونس أية ۵۸
Artinya : Katakan Muhammad dengan Fadhol dan Rohmad Allah, Maka mereka supaya bergembira, Karena demikian itu lebih baik dari pada apa apa yang telah mereka kumpulkan. {QS. Yunus Ayat 58}
Dalam kaitannya masalah Hidayah ini sudah jelas tidak semua orang bisa mendapatkannya karena apa, Allah hanya memilih pada orang yang di cintainya saja di dalam pemberian hidayah ini, seperti dalam hadist berikut menerangkan tidak semua orang yang mendapatkan hidayah :
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ وَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّيْنَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ اللهُ الدِّيْنَ، فَقَدْ أَحَبَّهُ ... * رواه أحمد ج ٦ ص ١٨٩
Artinya dari Abdullah bin Mas’ud berkata : Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya Allah membagi budi pekerti di antara kalian seperti Allah membagi rizki pada kalian, Dan sesungguhnya Allah yang maha mulia lagi maha agung memberikan dunia pada orang yang di cintai dan pada orang yang tidak di cintai, dan Allah tidak memberikan agama kecuali pada orang yang di cintai, Maka barang siapa yang di beri Agama oleh Allah, Maka sungguh di cintai oleh Allah. {HR. Ahmad Juz 6 Halaman 189}
Maka dari itu kita yang sudah mendapatkan hidayah haruslah bersyukur dan menjaganya agar hidayah yang kita miliki saat ini bisa terjaga dengan baik, Adapun kita sebagai hamba Allah ingin mengajak teman, saudara, orang tua untuk menunjukan jalan yang benar agar mendapat Hidayah, Maka kita hanya memelantarai saja dan berusaha mengajaknya, Adapun Hidayah hanyalah Allah semata yang bisa memberi, Kaitannya Hidayah ini kalau kita mengupas sedikit kisah paman Nabi yang bernama Abu Tholib yang mana beliau ini selain paman Nabi sekaligus menjadi orang tua Nabi serta pelindung Nabi di saat Nabi membutuhkannya, dalam hal ini Nabi ingin memberi hidayah kepada pamannya ini agar beliau terhindar dari siksaan di Neraka, akan tetapi Nabi tidak bisa memberikan hidayah seperti yang di inginkan oleh Nabi, bahkan Nabi di tegur langsung oleh Allah :
إِنَّكَ لاَ تَهْدِيْ مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ * سورة القصص أية ٥٦
Artinya : Sesungguhnya engkau Muhammad tidak bisa menunjukkan pada Orang yang kamu sayangi dan akan tetapi hanya Allah yang memberi hidayah pada orang yang di kehendakinya, Dan Allah lebih tau mana yang layak untuk di beri hidayah. {QS. Al Qosos Ayat 56}
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ * سورة الْبَقَرَةِ أية ٢٧٢
Artinya : Muhammad hidayah mereka itu bukan atas kamu, akan tetapi hanya Allah yang bisa memberi hidayah pada orang yang di kehendaki. {QS. Al Baqoroh ayat 272}
Pada saat itu ketika ajal wafatnya paman Nabi yang bernama Abu Tholib akan tiba (sakaratul maut), nabi berkata : Wahalai paman ucapkanlah kalimat tahlil “LAAILAAHA ILLAALLAH” maka saat itu banyak rekan paman Nabi termasuk Abu Jahel, Abu Lahab dll mengatakan Wahai Abu Tholib apakan kamu akan berpaling dari agama nenek monyangmu yang sejak dulu kamu ikuti, Nabipun berkata lagi Wahai paman katakanlah kalimat tahlil nanti aku di akherat akan menjadi saksimu bahwa engkau sudah islam, Abu jahel CS berkata lagi, begitu itu terus menerus sampai ajalnya Abu Tholib tiba, Maka ketika itu Nabi bersabda Wahai paman walaupun aku di larang memintakan pengampunan untuk dirimu aku akan tetap memintakan ampun untukmu kepada Allah, kemudian Nabi di tegur oleh Allah seperti yang tertera pada ayat berikut ini :
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا أَنْ يَسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَلَوْ كَانُوْا أُولِيْ قُرْبَى * سورة التوبة أية ١١٣
Artinya : Tidak boleh Seorang Nabi dan Orang yang beriman memintakan pengampunan pada orang syirik walaupun mereka itu masih kerabat dekat. {QS. At Taubah Ayat 113}
Maka dari itu kita sebagai orang yang beriman yang sudah mendapatkan hidayah dari Allah, maka berhati hatilah kalian dalam menjaga hidayah dari Allah yang telah kita terima ini, berhati hatinya kita di dalam menjaga hidayah ini seperti kita hati hati di dalam berjalan di jalanan yang banyak durinya, ketika kita melangkah, Maka kaki satu diam dan yang satu melangkah sambil melihat dengan seksama apakah tempat yang akan saya tempati untuk kakiku ini ada durinya apa tidak, dan begitu itu terus menerus sampai pada tujuan kita berjalan, hal ini sama halnya kita berjalan sehingga bisa masuk surga selamat dari Neraka, Bahkan Nabi sendiri berdoa agar beliau di berikan hati yang tetap di dalam menjalankan agama-Nya ini sehingga sampai pada tujuan-Nya seperti pada doa berikut ini :
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ : يَا مُثبِّتَ الْقُلُوْبِ، ثبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ * رواه سنن إبن ماجة ج ١ ص ٧٢ حكم الألباني صحيح
Artinya : Nabi SAW bersabda : Wahai Allah Dzat yang membolak balikan hati, tetapkanlah hatiku atas agamamu. {HR. Sunan Ibnu Majah Juz 1 Halaman 72}
Melihat ulasan di atas, maka kita sebagai hamba Allah yang beriman bersyukurlah karena kita di berikan hidayah oleh Allah, dan di harabkan kita bisa menjaganya sampai ajal mendatangi kita semua sehingga apa yang jadi harapan dan tujuan kita tercapai yaitu ingin masuk surga selamat dari neraka.
اْلحَمْدُ لِلّٰهِ جَزَا كُمُ اللهُ خَيْرًا

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi.
Jaza Kumulloohu Khoiroo.