أُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ...الأية *سورة النحل ١٢٥
Berdakwahlah kamu dijalan Alloh dengan khikmah, Nasehat baik dan berbantahanlah kamu terhadap mereka {yang merintangi jalan Alloh} dengan yang lebih baik.(QS. An Nahl Ayat 125)

TENTANG LDII

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama’ perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Al Quran dan Al Hadist, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

NIAT DAN TUJUAN
Dalam beribadah kepada Allah, mempelajari dan mengamalkan Agama Islam berdasarkan Al Quran dan Al Hadist para jamaah LDII senantiasa dinasehati agar didasari niat yang murni KARENA ALLAH yaitu mengharapkan balasan rahmat dan ridho Allah berupa SURGA dan takut akan murka dan siksa Allah berupa NERAKA. Berdasarkan Firman Alloh yang Maha Luhur dan sabda Rasulullah SAW:

وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى * إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى * وَلَسَوْفَ يَرْضَى * سورة الليل أية ١٩-٢١
“Dan tidak ada bagi seseorang yang dibalas dengan kenikmatan Allah (Surga) di sisi Allah. Kecuali (amalannya) karena mencari wajah Allah Tuhannya yang Maha Mulya. Dan mereka akan senantiasa berbahagia”. (QS. Al Laili Ayat 19-21)

أُولَئِكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُوْنَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُوْنَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوْرًا * سورة الإسراء أية ٢٧
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti”. (QS. Al Isro’ Ayat 27)

أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ هِلَالٍ الْحِمْصِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ عَنْ شَدَّادٍ أَبِيْ عَمَّارٍ عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَرَأَيْتَ رَجُلًا غَزَا يَلْتَمِسُ الْأَجْرَ وَالذِّكْرَ مَالَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا شَيْءَ لَهُ فَأَعَادَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَقُوْلُ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا شَيْءَ لَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ اللهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ * رواه سنن النسائي الألباني حسن صحيح
“Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali amalan itu murni dan didasari niat mencari wajahNya (Allah)”. (HR. Sunnan An Nasa’i)

وَاتَّقُوْا النَّارَ الَّتِيْ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِيْنَ * وَأَطِيْعُوْا اللهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ * وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ * سورة آل عمران أية ١٣١-١٣٣
"Takutlah kamu sekalian pada NERAKA yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul agar kamu sekalian diberi rahmat. Dan berlomba-lombalah pada pengampunan dari Tuhanmu dan SURGA yang luasnya langit hingga bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa". (QS. Ali Imrom Ayat 131-133)

Dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, Jamaah LDII diarahkan agar bisa tertib, khusuk, mutawari’ (hati-hati) dan sungguh-sungguh. Selalu menjauhi perbuatan syirik, bid’ah dan khurofat serta menghindari perbuatan dosa, pelanggaran, kemaksiatan, barang haram, riba dan lain sebagainya yang dilarang Agama.

Juga setiap jamaah disarankan memiliki suatu amalan andalan, yaitu amalan sunnah rutin yang dikerjakan tanpa terputus hingga wafatnya, seperti; ahli puasa sunnah, ahli shalat sunnah, ahli doa malam, ahli zikir, ahli shodakoh dan lain sebagainya. Ulama’ LDII juga telah mengeluarkan tuntunan amalan rutin yang dengan mudah bisa dikerjakan oleh setiap jamaah, diantaranya; membaca Al Quran sedikitnya 3 (tiga) ayat dalam sehari, membaca tahlil pagi 100X dan sore 100X, membaca doa Asmaulhusna dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan sosial jamaah LDII senantiasa didorong untuk taat, tunduk dan patuh kepada peraturan undang-undang dan pemerintah RI yang sah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam lingkungannya setiap jamaah LDII diharapkan bisa menjadi tauladan yang baik dengan berbudi pekerti yang baik, jujur, amanah, disiplin dan berprestasi serta tidak melanggar aturan dan norma masyarakat yang berlaku di lingkungannya.

KITAB PEDOMAN DAN METODE PENGAJARAN
Kitab pedoman yang dikaji dan diamalkan dalam LDII adalah Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist). Hadist yang dikaji adalah Kutubusittah yang terdiri dari:
  1. Hadist Shohih Bukhori
  2. Hadist Shohih Muslim
  3. Hadist Sunan Abi Dawud
  4. Hadist Sunan Tirmidzi
  5. Hadist Sunan Nasa’i dan
  6. Hadist Sunan Ibnu Majah

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ * سورة الأنعام أية ١٥٣
“Dan sesungguhnya ini (Al Quran) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti beberapa jalan, maka kalian semua akan tersesat jauh dari jalan Allah”. (QS. Al An’am Ayat 153)

وَحَدَّثَنِيْ عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ * رواه مالك في المؤطأ
“Sesungguhnya Nabi bersabda: Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”. (HR. Malik Fi Muathok)

Untuk menjaga kelestarian ilmu Hadist tersebut sebagai dasar agama Islam, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara berkala dan bergantian mengadakan pengajian khataman hadist besar (kutubus sitta) yang diadakan di beberapa pondok pesantren LDII di Indonesia.

Dalam mengajarkan ilmu Quran dan Hadist LDII menggunakan metode penterjemahan kata demi kata yang ditulis langsung di bawah setiap kata dalam kitab Al Quran dan Al Hadist. Keterangan /tafsir ayat demi ayat dan hadist demi hadist dituliskan langsung pada halaman kosong di samping ayat atau hadist yang bersangkutan.

Untuk mempermudah transfer ilmu dan pengamalannya, LDII juga mencetak hadist himpunan berdasarkan topik / bab pengamalan tertentu, seperti;

  1. Kitabusholah (Kitab kumpulan hadist bab tata cara sholat)
  2. Kitabu Da'wat (Kitab kumpulan hadist tentang macam-macam doa Islam)
  3. Kitabushiam (Kitab kumpulan hadist bab puasa)
  4. Kitabu Jannah Wannar (Kitab kumpulan hadist tentang surga dan neraka)
  5. Kitabul Adab (Kitab kumpulan hadist tentang budi pekerti)
  6. Kitabu Manasikil Haji (Kitab kumpulan hadist tentang tatacara pelaksanaan ibadah haji). Dan lain-lain
Hingga saat ini tercatat LDII memiliki 15 macam hadist himpunan. Dengan metode seperti ini terbukti ilmu Quran Hadist dengan mudah dapat diterima dan diamalkan oleh jamaah LDII yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.

Untuk menjaga keshohihan ilmunya para ulama’, ustadz, mubaligh dan mubalighot LDII juga menggunakan ilmu alat seperti ilmu nahwu shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul-hadits, dan sebagainya serta didukung dengan berbagai kitab tafsir dan sarah seperti Ibnu Katsir, Muatho’, Jalalain dll.

Setiap bulan LDII mencetak antara 400 hingga 500 orang mubaligh dan mubalighot untuk ditugaskan mengajar Al Quran dan Al Hadist sekaligus membimbing Jamaah LDII di berbagai kelompok pengajian tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) yang ada hampir di setiap desa di Indonesia. Pengajian Al Quran dan Al Hadist di tingkat PAC ini biasanya diadakan 2 – 3 kali dalam seminggu.

MENGAJI AL-QURAN DAN AL-HADIST
Mengaji AL-Quran dan Al-Hadist merupakan program pertama dan paling utama dalam LDII. Mengaji wajib dilaksanakan oleh setiap elemen LDII, pria, wanita, tua, remaja atau anak-anak, mulai jamaah biasa, pengurus organisasi bahkan yang sudah berstatus ulama’, ustadz, ustadzah, mubaligh, dan mubalighot.
Manfaat mengaji Quran Hadist ini antara lain:
  1. Menjamin sahnya pengamalan ibadah yang dikerjakan, sebab suatu amalan ibadah yang tidak didasari pengetahuan ilmu/ dalilnya tidak diterima Allah.
  2. Menjaga kemurnian agama Islam, menghindari ro'yu, angan-angan, pendapat atau liberalisasi dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
  3. Menguasai ilmu Quran Hadist merupakan syarat mutlak hidupnya agama Islam dan tegaknya keimanan seorang Muslim.
  4. Dengan mengetahui dasar dalil dalam Quran & Hadist para jamaah akan memahami hak dan kewajiban masing-masing sebagai orang Islam, sehingga jamaah mudah dinasehati, diarahkan dan diajak untuk beribadah dan beramal sholeh.
  5. Dengan menguasai ilmu Quran & Hadist masing-masing jamaah dalam beribadah tidak semata terpaku pada figur ulama’, kyai atau pimpinannya.
  6. Mengaji Quran Hadist memang merupakan kewajiban pokok dalam Islam.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا * سورة الإسراء أية ٣٦
“Dan janganlah kamu sekalian mengerjakan suatu amalan apapun yang belum engkau miliki ilmunya,…”. (QS. Al Isrok Ayat 36)

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ * سورة المجدلة أية ١١
“Allah mengangkat derajatnya orang-orang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu”. (QS. Al Mujadalah Ayat 11)

الْعِلْمُ حَيَاةُ الْإِسْلَامِ وَعِمَادُ الإْيْمَانِ...الحدث * رواه أبو الشيخ عن ابن عباس
"Ilmu adalah hidupnya Islam dan tegaknya keimanan". (HR. Ibnu Abbas)

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا كَثِيْرُ بْنُ شِنْظِيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِيْنَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ...الحديث * رواه سنن إبن ماجة الألباني صحيح
“Dari Anas bin malik berkata bahwa Rosulullah SAW bersabda: “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang muslim…”. (HR. Ibnu Majah)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْروِ بْنِ السَّرْحِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِيْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ التَّنُوخِيِّ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعِلْمُ ثَلَاثَةٌ وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ آيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيضَةٌ عَادِلَةٌ * رواه سنن أبو داود
“Sesungguhnya Nabi bersabda: Ilmu (yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan lebihan (tidak wajib dicari); Ayat yang Muhhkam (Al Quran) Sunnah yang Tegak (Al Hadist) atau Ilmu Faroid yang Adil (ilmu pembagian waris)”. (HR. Abu Daud)

LDII mengadakan berbagai forum type pengajian berdasarkan kelompok usia dan gender antara lain;

1. Pengajian kelompok tingkat PAC
Pengajian ini diadakan rutin 2 – 3 hari dalam seminggu di masjid-masjid, mushalla-mushala atau surau-surau yang ada hampir di setiap desa di Indonesia. Setiap kelompok PAC biasanya terdiri 50 sampai 100 orang jamaah. Materi pengajian di tingkat kelompok ini yaitu Quran (bacaan, terjemahan dan keterangan), hadist-hadist himpunan, dan nasehat agama. Dalam forum ini pula jamaah LDII diajari hafalan-hafalan doa, dalil-dalil Quran Hadist dan hafalan surat–surat pendek AL Quran. Dalam forum pengajian kelompok tingkat PAC ini jamaah juga dikoreksi amalan ibadahnya seperti praktek berwudu dan shalat.

2. Pengajian Cabe rawit
Pengembangan mental agama dan akhlakul karimah jamaah dimulai sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan pondasi utama dalam pembentukan keimanan dan akhlak umat, sebab pada usia dini seorang anak mudah dibentuk dan diarahkan. Pengajian Cabe rawit diadakan setiap hari di setiap kelompok pengajian LDII dengan materi antara lain bacaan Iqro’, menulis pegon, hafalan doa-doa, dan surat-surat pendek Al Quran. Forum pengajian Caberawit juga diselingi dengan rekreasi dan bermain.

3. Pengajian Muda-mudi
Muda-mudi atau usia remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pembinaan mental agama. Pada usia ini pola pikir anak mulai berkembang dan pengaruh negatif pergaulan dan lingkungan semakin kuat. Karena itu pada masa ini perlu menjaga dan membentengi para remaja dengan kefahaman agama yang memadai agar generasi muda LDII tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat, dosa-dosa dan pelanggaran agama yang dapat merugikan masa depan mereka. Sebagai bentuk kesungguhan dalam membina generasi muda, LDII telah membentuk Tim Penggerak Pembina Generus (TPPG) yang terdiri dari pakar pendidikan dan ahli psikologi. Pembinaan generasi muda dalam LDII setidaknya memiliki 3 sasaran yaitu:

  • Menjadikan generasi muda yang sholeh, alim (banyak ilmunya) dan fakih dalam beribadah.
  • Menjadikan generasi muda yang berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), berwatak jujur, amanah, sopan dan hormat kepada orang tua dan orang lain.
  • Menjadikan generasi muda yang tertib, disiplin, trampil dalam bekerja dan bisa hidup mandiri.
  • 4. Pengajian Wanita/ibu-ibu
    Para wanita, ibu-ibu dan remaja putri perlu diberi wadah khusus dalam pembinaan keimanan dan peningkatan kepahaman agama, mengingat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum ibu/wanita. Sabda Rasulullah SAW:
    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيْتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ ... الحديث * رواه صحيح البخاري
    "Nabi bersabda: Diperlihatkan padaku Nabi pada isi Neraka, maka ketika itu kebanyakan penghuninya adalah wanita". (HR. Shohih Albukhori)
    Selain itu banyak persoalan khusus dalam agama Islam menyangkut peran wanita dan para ibu. Haid, kehamilan, nifas, bersuci (menjaga najis), mendidik dan membina anak, melayani dan mengelola keluarga merupakan persoalan khusus wanita dan ibu-ibu. Disamping memberikan kerampilan beribadah forum pengajian Wanita / ibu-ibu LDII juga memberikan pengetahuan dan ketrampilan praktis tentang keputrian yang berguna untuk bekal hidup sehari-hari dan menunjang penghasilan keluarga.

    5. Pengajian Umum
    Pengajian umum merupakan forum gabungan antara beberapa jamaah PAC dan PC LDII. Pengajian ini juga merupakan wadah silaturahim antar jamaah LDII untuk membina kerukunan dan kekompakan antar jamaah.
    Semua pengajian LDII bersifat terbuka untuk umum, siapapun boleh datang mengikuti setiap pengajian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

    ASET DAN BIAYA

    Aset dalam LDII biasanya berasal dari shodakoh jariyah perorangan jamaah. Sedangkan bangunan fisik berupa masjid, mushalla, aula dan fasilitas ibadah lainnya dibangun atas biaya donasi dari beberapa aghniya’ (orang kaya) setempat dibantu oleh seluruh jamaah secara sukarela sesuai dengan kemampuan masing-masing.

    Jamaah LDII juga mengeluarkan shodakoh bulanan secara sukarela untuk kebutuhan tertentu seperti; biaya operasional mubaligh dan mubalighot, bantuan duafa’, perawatan kendaraan, pembayaran listrik dan lain-lain.Semua pengeluaran biaya tersebut merupakan pembelaan fii sabililah yang dijamin oleh dalil Quran dan Hadist.

    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ * تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ * يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ * وَأُخْرَى تُحِبُّوْنَهَا نَصْرٌ مِنَ اللهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ * سورة الصف أية ١٠-١٣
    “Wahai orang-orang beriman maukah kamu sekalian Aku tunjukkan dagangan yang bisa menyelamatkan kalian dari siksa (neraka) yang pedih,,,,,? * Berimanlah kalian kepada Allah dan Utusan Allah dan belalah agama Allah dengan hartamu dan jiwa ragamu, demikian itu baik bagimu bila kalian semua mengetahuinya. * Alloh akan mengampuni dosa-dosa kalian dan akan Alloh masukkan kalian ke Surga yang mana didalam surga mengalir beberapa sungai dan tempat yang bagus didalam surga yang kekal, demikian itu adalah keuntungan yang besar. * Dan tambahan (dariku Alloh) yang kalian senangi yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, dan berikanlah berita senang kepada orang-orang yang beriman. (QS. As Shof Ayat 10-13)

    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا مَا لَكُمْ إِذَا قِيْلَ لَكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ أَرَضِيْتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآَخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِيْ الْآَخِرَةِ إِلَّا قَلِيْلٌ * إِلَّا تَنْفِرُوْا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيْمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوْهُ شَيْئًا وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ * إِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِيْ الْغَارِ إِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللهُ سَكِيْنَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُوْدٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ * إنْفِرُوْا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوْا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ * سورة التوبة أية ٣٨-٤١
    “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk membela) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu,,,? Apakah kamu lebih senang dengan kehidupan dunia dari pada kehidupan di akhirat,,,? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat (untuk membela agama Allah), Niscaya Allah akan menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya yaitu ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengusirnya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, {1} sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan kaliamatnya orang-orang kafir jadi rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    {1}Maksudnya: orang-orang kafir telah bersepakat hendak membunuh Nabi Muhammad saw. maka Allah swt. memberitahukan maksud jahat orang-orang kafir itu kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu maka beliau ke luar dengan ditemani oleh Abu Bakar dari Mekah dan dalam perjalanannya ke Madinah beliau bersembunyi di suatu gua di bukit Tsuur.

    Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan atau pun keadaan berat, dan berjuanglahlah dengan harta dan dirimu (tenaga & pikiranmu) di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya”. (QS. At Taubah Ayat 38-41)

    إِنَّ اللهَ إشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِيْ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيْلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ * سورة التوبة أية ١١١
    “Sesungguhnya Allah telah menukar dari orang-orang iman, diri dan harta mereka dengan Surga untuk mereka. Mereka berjuang / membela pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Kitab Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah,,,? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itu adalah keuntungan yang besar. (QS. At Taubah Ayat 111)

    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ آَمَنُوْا بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُوْنَ * سورة الحجرات أية ١٥
    “Sesungguhnya orang yang beriman adalah orang-orang yang iman kepada Allah dan UtusanNya (Allah), kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka membela dengan harta dan diri mereka dalam jalan (agama) Allah, demikian itu mereka orang yang sungguh-sungguh.” (QS. Al Hujurat Ayat 15)

    وَأَنْفِقُوْا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِيْ إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ * سورة المنافقون أية ١٠
    “Dan infakkanlah sebagian dari yang Allah rizkikan kepadamu sebelum datang pada salah seorang kalian kematian, Maka mereka berkata (menyesal) Ya Tuhanku seandainya mengakhirkan engkau padaku pada ajal yang dekat, maka aku akan shodakoh dan aku akan menjadi orang yang sholeh. (QS. Al Munafiqun Ayat 10)

    SEJARAH DAN ULAMA PENDIRI LDII
    Cikal bakal organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) didirikan pada tanggal 3 Januari 1972 di Surabaya, Jawa Timur dengan nama Yayasan Karyawan Islam (YAKARI)

    Pada musyawarah besar [MUBES] YAKARI tahun 1981, nama YAKARI diganti menjadi Lembaga Karyawan Islam [LEMKARI].

    Pada musyawarah besar [MUBES] LEMKARI tahun 1990, sesuai dengan arahan Jenderal Rudini sebagai Menteri Dalam Negeri [Mendagri] waktu itu, nama LEMKARI yang sama dengan akronim Lembaga Karate-Do Indonesia, diubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)