أُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ...الأية *سورة النحل ١٢٥
Berdakwahlah kamu dijalan Alloh dengan khikmah, Nasehat baik dan berbantahanlah kamu terhadap mereka {yang merintangi jalan Alloh} dengan yang lebih baik.(QS. An Nahl Ayat 125)

Rabu, 17 September 2014

TATA KRAMA BERBICARA DENGAN ORANG LAIN ( BERCAKAP-CAKAP )

  1. Berbahasa yang baik dan sopan ( papan-empan-adepan ), menghindari kata-kata yang kotor dan menyakitkan hati.
  2. حَدَّثَنِيْ عَبْدُ الْعَزِيْزِ بْنُ عَبْدِ اللهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِيْ سَلَمَةَ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ * رواه صحيح البخاري في كتاب الأدب
    Nabi bersabda: Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, Maka supaya berbicara yang baik atau diam, Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, Maka jangan menyakiti tetangganya, Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, Maka supaya memulyakan tamunya. ( HR. Shohih Al Bukhori )
  3. Bila berbicara dengan orang tua/dituakan, hendaknya pandangan mata agak ditundukkan dan dalam bertutur kata dengan nada suara yang lebih rendah.
  4. وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ * سورة لقمن أية 19
    Dan sedangkanlah berjalanmu dan pelankanlah suaramu, sesungguhnya sejelek-jeleknya suara yaitu suaranya khimar. ( QR. Luqman ayat 19 )
  5. Membiasakan kata-kata “MAAF” pada awal dan akhir bembicaraan.
  6. Dalam berbahasa daerah tidak boleh memposisikan diri lebih tinggi dari lawan bicara. Contoh Bahasa Jawa : “kulo sampun dahar”, “dalem bade kundur”, “kulo paringi”, seharusnya: “kulo sampun nedho”, “dalem badhe wangsul”, “kulo caosi/kulo sukani” dll.
  7. Memperhatikan dan mengarahkan pandangan kepada lawan bicara dengan sopan.
  8. Memberi kesempatan kepada lawan bicara untuk bicara ( tidak mendominasi pembicaraan ).
  9. Tidak memotong pembicaraan lawan bicara.
  10. Tidak berbicara sambil berkacak pinggang atau menunjuk-nunjuk ke arah lawan bicara.
  11. Tidak memperguncingkan atau membicarakan aib orang lain ( "GHIBAH" ).
  12. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَحِيْمٌ * سورة الحجرات أية 12
    Hai orang-orang yang beriman jahuilah kebanyakan dari prasangkaan, Karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan bias menjadikan dosa, Dan kalian janganlah saling meneliti kejelekan atau saling menggunjing di antara kalian, Apakah kalian senang jika memakan daging saudara kalian yang sudah menjadi bangkai yang mana kalian benci bangkai tersebut,,,? Dan kalian takutlah kepada Alloh dan sesungguhnya Alloh Maha menerima Thobat lagi Maha sayang. ( QS.Al Hujurot ayat 12 )
    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوْا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيْلُ عَنِ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ قَالُوْا اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيْلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ * رواه صحيح مسلم في كتاب الأدب
    Sesungguhnya Nabi bersabda: Apakah kalian tau arti dari “GHIBAH” ,,,? Mereka Shohabat menjawab: Alloh dan Rosulnya yang lebih tau, Nabi bersabda: “GHIBAH” adalah menceritakan sesuatunya saudaramu yang mana dia benci oleh saudaramu, Di katakan pada Nabi: Bagaimana kalau yang dicerikan sesuai Fakta yang ada,,,? Nabi bersabda: Kalau bercerita sesuai Fakta, Maka itu namanya “GHIBAH” dan kalau tidak sesuai dengan Fakta, Maka itu namanya “FITNAH” . ( HR. Shohih Muslim )
  13. Bila bertiga :
    a. Tidak berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh salah satu dari mereka.
    b. Tidak berbisik-bisik berdua, tanpa memperdulikan teman yang lain.
  14. حَدَّثَنَا عُثْمَانُ حَدَّثَنَا جَرِيْرٌ عَنْ مَنْصُوْرٍ عَنْ أَبِيْ وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَلَا يَتَنَاجَى رَجُلَانِ دُونَ الْآخَرِ حَتَّى تَخْتَلِطُوْا بِالنَّاسِ أَجْلَ أَنْ يُحْزِنَهُ * رواه صحيح البخاري في كتاب الإستئذان
    Nabi bersaba: Jika kalian bertiga janganlah kalian berdua bisik-bisik meninggalkan yang lain sehingga kalian campur dengan manusia, dikarenakan susahnya teman ketiganya kalian. (HR.Shohih Al Bukhori )
  15. Menghindari berkata dusta, meskipun bermaksud melucu.
  16. حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيْمٍ قَالَ حَدَّثَنِيْ أَبِيْ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ وَيْلٌ لِلَّذِيْ يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ * رواه سنن أبي داود في كتاب الأدب
    Nabi bersabda: Neraka well bagi orang yang bercerita dusta yang bertujuan bisa bikin orang tertawa, Neraka well baginya well baginya. ( HR. Sunan Abu Daud )
  17. Menghindari bergurau yang berlebihan dan gojlog-gojlogkan.
  18. حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِيْ ثَلْجٍ الْبَغْدَادِيُّ صَاحِبُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيْمُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ حَاطِبٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوْا الْكَلَامَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلَامِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ الْقَلْبُ الْقَاسِي * رواه سنن الترمذي في كتاب الزهد
    Nabi bersabda: Kalian janganlah memperbanyak berbicara selain ingat kepada Alloh, Maka sesungguhnya memperbanyak berbicara selain ingat kepada Alloh bisa mengeraskan hati, Dan sesungguhnya lebih jauhnya manusia dari Alloh yaitu hamba yang hatinya keras. ( HR. Sunan At Tirmidzi )
    حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ الصَّوَّافُ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِيْ طَارِقٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَأْخُذُ عَنِّيْ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ فَيَعْمَلُ بِهِنَّ أَوْ يُعَلِّمُ مَنْ يَعْمَلُ بِهِنَّ فَقَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ فَقُلْتُ أَنَا يَا رَسُولَ اللهِ فَأَخَذَ بِيَدِيْ فَعَدَّ خَمْسًا وَقَالَ اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَلَا تُكْثِرْ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ * رواه سنن الترمذي في كتاب الزهد الألباني حسن
    Nabi bersabda: Siapa yang mau mengambil demikian itu kaliamat kemudian mengamalkannya atau mengajakan kepada seseorang yang kemudian diamalkan,,,? Abu Huroiroh berkata: Saya Nabi, Dan Nabi memegang tanganku dan menghitungsampai lima, Dan Nabi bersabda:
    1. Takutlah kamu pada beberapa kekharoman, maka kamu akan jadi lebih beribadahnya Manusia.
    2. Senanglah kamu dengan Qodar Rizki yang diberikan Alloh kepada kamu, maka kamu akan jadi lebih kayanya manusia.
    3. Bagusilah tetanggamu, maka kamu akan jadi orang Mukmin.
    4. Senanglah kamu pada seseorang, maka kamu akan jadi orang Islam.
    5. Dan kamu jangan memperbanyak tertawa, maka sesungguhnya memperbanyak tertawa bisa mematikan hati.( HR. Sunan At Tirmidzi )

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi.
Jaza Kumulloohu Khoiroo.