أُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ...الأية *سورة النحل ١٢٥
Berdakwahlah kamu dijalan Alloh dengan khikmah, Nasehat baik dan berbantahanlah kamu terhadap mereka {yang merintangi jalan Alloh} dengan yang lebih baik.(QS. An Nahl Ayat 125)

Senin, 07 Maret 2016

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
داليل – داليل باب بِرُّ اْلوَالِدَيْنِ
Dalil-Dalil bab berbuat baik kepada orang tua
03 Januari 2016
۱- قَالَ اللهُ تَعَالَى وَاعْبُدُوْا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ... الآية * سورة النساء ۳٦
Artinya : Allah yang maha luhur berfirman : Dan kalian semua menyembahlah kepada Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan yang lainnya, Dan kalian berbuat baiklah pada orang tua. {QS. An-Nisak : 36}
۲- قَالَ اللهُ تَعَالَى وَوَصَّيْنَا اْلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِيْ عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيْرُ * سورة لقمن ۱٤
Artinya : Allah yang maha luhur berfirman : Dan kami Allah wasiat kepada Manusia agar berbuat baik pada orang tua, yang mana Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah di atas susah dan menyapihnya di usia dua tahun, Agar mereka manusia bersukur kepada-Ku Allah dan pada Orang tuanya, Ketahuilah kepada-Ku Allah tempat kembalinya. {QS.Luqman:14}
۳- عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رِضَا اللهِ فِيْ رِضَا الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ * رواه البيهقى في شعب الإيمان
Artinya : Dari Abdillah bin Amer berkata : Nabi SAW bersabda : Ridho-Nya Allah itu berada di Ridhonya orang tua, dan Murkanya Allah berada di murkanya orang tua. {HR. Baihaqi di dalam Syakbil Iman}
٤- عَنْ أَبِيْ عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُوْلُ حَدَّثَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَشَارَ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ العَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ ؟ قَالَ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ ثُمَّ بِرُّ اْلوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ اْلجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ قَالَ حَدَّثَنِيْ بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِيْ * رواه صحيح البخاري
Artinya : Dari Abi Amer Asy-Syaibani berkata : Aku telah di beritau oleh pemilik ini rumah dan Abu Amer menunjuk pada rumahnya Abdullah, Abdullah berkata : Aku bertanya pada Nabi Manakah Amalan yang paling di sukai oleh Allah ..? Nabi menjawab Sholah tepat waktu, Abdullah bertanya lagi : Kemudia ...? Nabi menjawab : berbuat bagus pada orang tua, Abdullah bertanya lagi : Kemudian ..? Nabi menjawab : Jihad di dalam urusan Sabillillah, Abdullah berkata : Nabi SAW bercerita kepadaku hal demikian ini, Jika aku terus bertanya lagi pada Nabi SAW Niscaya Nabi SAW akan menambahi-Nya. {HR. Shohih Bukhori}
٥- أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ، أَبْتَغِيْ اْلأَجْرَ مِنَ اللهِ، قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَيٌّ ..؟ قَالَ نَعَمْ، بَلْ كِلَاهُمَا، قَالَ فَتَبْتَغِيْ اْلأَجْرَ مِنَ اللهِ ..؟ قَالَ نَعَمْ، قَالَ فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا * رواه صحيح مسلم
Artinya : Dari Abdullah bin Amer bin Ash berkata : Ada seorang laki-laki menghadap kepada Nabi SAW dan berkata : Aku berbaiat kepadamu atas Hijrah dan Jihat, dengan harapan ingin mendapatkan pahala dari Allah, Nabi SAW bertanya apa orang tuamu ada yang masih hidup ..? Dia menjawab : iya.., bahkan keduanya. Nabi SAW bertanya : Apa kamu ingin mencari pahala dari Allah ..? Dia menjawab : iya.., Nabi SAW bersabda : Kembalilah kamu kepada orang tuamu dan berbuat baiklah kamu kepada keduanya. {HR. Shohih Muslim}
٦- عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَرُّوْا آباءَكُمْ تَبَرُّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ، وَعِفُّوْا تَعِفُّ نِسَاؤُكُمْ * رواه الطبراني في الأوسط
Artinya : Dari Ibni Umar berkata : Nabi SAW bersabda : berbuat baiklah kamu kepada orang tuamu, Maka anakmu akan berbuat baik padamu. Jadilah pemaaf, Maka istrimu akan memaafkanmu. {HR. Tobroni fil Ausat}
٧- قَالَ اللهُ تَعَالَى وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوْا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيْمًا * وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا * سورة الإسراء أية ۲۳-۲٤
Artinya : Allah yang maha luhur berfirman : Tuhanmu Muhammad memberikan ketentuan Tidak boleh menyembah kecuali kepada Allah, Dan kepada kedua orang tua agar berbuat baik, Ketika salah satu orang tua atau keduanya sudah tua, Maka janganlah kalian berkata “HUSS” (kalimat kurang baik), Dan janganlah kalian membentaknya, Akan tetapi berkatalah kamu dengan ucapan yang mulia, Selain itu rendahkan diri kalian terhadap-Nya dengan kasih, Dan berDo’a Wahai tuhanku kasihanilah kedua orang tuaku seperti keduanya menyayangi diriku saat masih kecil. {QS. Al-isrok : 23-24}
٨- عَنْ مُحَمَّدُ بْنُ سِيْرِيْنَ قَالَ بَلَغَتِ النَّخْلَةُ عَلَى عَهْدِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَلْفَ دِرْهَمٍ، فَعَمَدَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ إِلَى نَخْلَةٍ فَنَقَرَهَا وَأَخْرَجَ جُمَّارَهَا فَأَطْعَمَهَا أُمَّهُ فَقَالَ لَهُ مَا حَمَلَكَ عَلَى هَذَا ..؟ وَأَنْتَ تَرَى النَّخْلَةَ قَدْ بَلَغَتْ أَلْفًا فَقَالَ إِنَّ أُمِّيْ سَأَلَتْنِيْهِ وَلاَ تَسْأَلُنِيْ شَيْئًا أَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلاَّ أَعْطَيْتُهَا * رواه الحاكم
Artinya :Dari Muhammad bin Sirrin berkata : Pada zaman Ustman bin Affan RA harga pohon kurman pada saat itu seharga 1.000 dirham, Saat itu usamah bin zaid melubangi pohon kurma yang di beli-Nya dan mengeluarkan umbutnya kurma dan di berikan untuk ibunya sebagai makanan, Kemudian Muhammad bin Sirrin berkata Wahai usamah apa yang telah kamu perbuat pada pohon kurma ini..? sedangkan kamu juga tau kalau harga kurma ini senilai 1.000 dirham ..! Usamah bin Zaid berkata : sesungguhnya ibuku memintanya, Dan Ibuku tidak meminta sesuatu yang aku kuat untuk membelinya kecuali aku akan memberikan-Nya. {HR. Hakim}
٩- عَنْ أَبِيْ بُرْدَةَ أَنَّهُ شَهِدَ ابْنَ عُمَرَ وَرَجُلٌ يَمَانِيٌّ يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ، حَمَلَ أُمَّهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ، يَقُوْلُ إِنِّيْ لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُذَلَّلُ إِنْ أُذْعِرَتْ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرِ ثُمَّ قَالَ يَا ابْنَ عُمَرَ أَتُرَانِيْ جَزَيْتُهَا ..؟ قَالَ: لاَ، وَلاَ بِزَفْرَةٍ وَاحِدَةٍ * في أدب المفرد حكم الألباني صحيح
Artinya : Dari Abi burdah : Bahwasanya Ibnu Umar (Abdullah bin Umar) melihat seorang rojul yang thowaf di Baitullah, Dia menggendong Ibunya di belakangnya, Rojul tadi berkata sesungguhnya aku adalah untanya ibu yang hina/jinak, Jika kendaraan berot/ berontak Maka aku tidak berontak, Kemudian Rojul tadi bertanya : Wahai Ibnu Umar Bagaimana pendapatmu, Apakah demikian ini sudah bisa membalas jasanya ibu ..? Ibnu umar menjawab : Belum ..! Dan juga tidak satu ngedenan belum bisa membandingi jasa ibu kepada anak-Nya. {Di dalam Adabil Mufrod Hukum Al-Bani Shohih}
۱۰- عَنْ أَبِيْ مُرَّةَ مَوْلَى عَقِيلٍ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ يَسْتَخْلِفُهُ مَرْوَانُ وَكَانَ يَكُونُ بِذِي الْحُلَيْفَةِ فَكَانَتْ أُمُّهُ فِي بَيْتٍ وَهُوَ فِي آخَرَ. قَالَ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ وَقَفَ عَلَى بَابِهَا فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكِ يَا أُمَّتَاهُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ فَتَقُوْلُ وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ يَا بُنَيَّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ فَيَقُوْلُ رَحِمَكِ اللهُ كَمَا رَبَّيْتِنِيْ صَغِيْرًا فَتَقُوْلُ رَحِمَكَ اللهُ كَمَا بَرَرْتَنِيْ كَبِيْرًا ثُمَّ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْخُلَ صَنَعَ مِثْلَهُ * في أدب المفرد حكم الألباني ضعيف
Artinya : Dari Abi Murroh bekas budaknya A’kil : Sesungguhnya Abu Hurairoh di jadikan Gubernur oleh marwan (seorang amir), Dan Marwan berada di Dilkhulaifah dan ibunya di tempat terpisah dengan-Nya, Abu Hurairoh berkata ketika Marwan akan keluar dia berhenti dulu di depan pintu rumah ibunya dan berkata Semoga keselamatan, rohmat dan barokah tetap atas dirimu wahai ibu, Maka Ibunya menjawab Semoga rohmat dan barokah tetap atasmu wahai anaku, Marwan berkata : Semoga Allah menyayangimu seperti engkau ibu menyayangiku saat aku kecil, Ibunya menjawab : Semoga Allah menyayangimu seperti kamu membagusi diriku pada saat dewasamu, Kemudian ketika akan masuk juga mengerjakan prilaku tersebut. {Fi adabil Mufrod Hukum Al-Bani Dhoif}
۱۱- عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلاً مِنَ اْلأَعْرَابِ لَقِيَهُ بِطَرِيْقِ مَكَّةَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللهِ وَحَمَلَهُ عَلَى حِمَارٍ كَانَ يَرْكَبُهُ. وَأَعْطَاهُ عِمَامَةً كَانَتْ عَلَى رَأْسِهِ فَقَالَ ابْنُ دِينَارٍ فَقُلْنَا لَهُ أَصْلَحَكَ اللهُ إِنَّهُمُ الْأَعْرَابُ وَإِنَّهُمْ يَرْضَوْنَ بِالْيَسِيْرِ فَقَالَ عَبْدُ اللهِ إِنَّ أَبَا هَذَا كَانَ وُدًّا لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَإِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيْهِ * رواه صحيح مسلم
Artinya : Dari Abdullah bin Umar : Sesungguhnya ada rojul dari A’rob yang ketemu dengannya Abdullah bin Umar di jalan Mekkah, Abdullah yang sedang naik kendaraan khimar memberi salam pada rojul tadi. Abdullah member padanya rojul surban yang di pakai Abdullah, Kemudian Ibnu Dinar berkata kepada Abdullah Semoga Allah membagusi padamu Abdullah, Ketahuilah dia itu hanya orang A’rob dan dia sudah senang manakala di beri barang yang kecil, Abdullah menjawab Sesungguhnya Bapaknya ini rojul orang yang di sukai oleh Umar bin Khottob, Dan aku juga mendengar dari Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya bagusnya kebagusan adalah menyambungnya anak pada orang yang dulu di sukai bapaknya. {HR. Shohih Muslim}
۱۲- عَنْ أَبِيْ أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيْعَةَ السَّاعِدِيِّ قَالَ بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِيْ سَلَمَةَ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا ..؟ قَالَ نَعَمْ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَاْلإِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِيْ لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيْقِهِمَا * رواه سنن أبو داود
Artinya : Dari Abu Usaid berkata Suatu ketika aku berada di sisi Nabi SAW yang mana saat itu datanglah Rojul dari Bani Sulaim yang berkata : Wahai Nabi Adakah kebaikan yang bias saya berikan kepada kedua orang tuaku setelah wafatnya beliau ..? Nabi menjawab : iya Ada ..! Membaca sholawat untuknya, mintakan ampun untuknya, melaksanakan janji kedua orang tumu, dan menyambung sanak family yang mana dulu orang tuamu yang menyambungnya serta menghormati temannya. {HR. Sunan Abu Daud}
اْلحَمْدُ لِلّٰهِ جَزَا كُمُ اللهُ خَيْرًا

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih anda sudi memberikan masukan. Kami berharap komentar anda relevan dengan artikel ini. Komentar anda akan muncul setelah proses moderasi.
Jaza Kumulloohu Khoiroo.